Eksplorasi Material dan Pengalaman Ruang oleh Budi Kurniawan × Skayu International di ARCH:ID 2026
Tangerang, April 2026 — Di tengah perkembangan industri konstruksi dan arsitektur di Indonesia, kebutuhan akan material bangunan yang tahan cuaca, minim perawatan, dan berkelanjutan terus meningkat. Material berbasis Wood Plastic Composite (WPC) pun semakin dilirik sebagai alternatif pengganti kayu konvensional, terutama untuk aplikasi eksterior yang menuntut daya tahan tinggi terhadap iklim tropis.
Skayu International, salah satu brand Wood Plastic Composite (WPC) Indonesia terdepan, terus menghadirkan inovasi material yang tidak hanya kuat secara fungsi, tetapi juga kaya secara ekspresi desain. Dikenal melalui berbagai solusi material outdoor berbasis WPC berkualitas tinggi, seperti WPC decking, WPC facade, WPC Alumunium, dan WPC Louver, SKAYU menghadirkan material dengan tampilan menyerupai kayu alami yang memiliki keunggulan tahan cuaca ekstrem, minim perawatan, tahan lama, serta ramah lingkungan. Kualitas inilah yang menjadikan SKAYU sebagai salah satu brand WPC terbaik di Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan pasar akan material eksterior tahan cuaca yang mampu menjawab tuntutan desain modern sekaligus iklim tropis.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran “RITUAL — The Practice of Becoming”, sebuah instalasi spatial imersif yang hadir di ARCH:ID 2026 dan berhasil meraih penghargaan Best Booth Award. Lebih dari sekadar booth pameran, RITUAL dirancang sebagai sebuah pengalaman ruang terkurasi—sebuah perjalanan multisensori yang menggabungkan arsitektur, materialitas, budaya kopi, dan sensibilitas desain ke dalam satu narasi ruang yang utuh, refined, dan berlapis.
Dikembangkan bersama arsitek Budi Kurniawan, Founder dari BK Studio, RITUAL melampaui format pameran konvensional. Instalasi ini mengajak pengunjung untuk tidak sekadar melihat sebuah ruang, tetapi masuk ke dalam pengalaman yang dikoreografikan secara perlahan—mulai dari first contact dengan material, menuju keterlibatan emosional yang lebih dalam, hingga akhirnya memahami ruang sebagai pengalaman yang hidup. Setiap transisi dihadirkan secara intentional, menciptakan suasana yang intim, kontemplatif, dan quietly luxurious.
Pada inti konsepnya, RITUAL mendefinisikan ulang makna luxury—bukan sebagai sesuatu yang semata dimiliki, melainkan sesuatu yang sepenuhnya dialami. Luxury hadir melalui waktu, kehadiran, perhatian pada detail, serta bagaimana sebuah ruang mampu membentuk koneksi emosional dengan penghuninya. Dalam dunia yang bergerak semakin cepat, RITUAL justru mengajak pengunjung untuk hadir sepenuhnya: berhenti sejenak, merasakan, dan mengalami ruang dengan kesadaran yang lebih utuh.
Secara visual, bahasa desain RITUAL terinspirasi dari bentuk lipatan menyerupai origami—menghadirkan repetisi sculptural, layering, ritme, dan pergerakan visual yang dinamis di sepanjang ruang. Bentuk-bentuk lipatan ini menjadi metafora dari ritual itu sendiri: proses, disiplin, evolusi, dan transformasi. Melalui aplikasi wall panel, façade elements, serta material decking dari Skayu International, setiap elemen ruang menampilkan craftsmanship sekaligus memperlihatkan bagaimana material dapat melampaui fungsi dasarnya menjadi medium ekspresi arsitektural.
“Hidup itu sendiri adalah ritual—sebuah proses perjalanan, repetisi, dan pengulangan yang terus membentuk siapa kita. Gagasan tersebut kami terjemahkan ke dalam desain melalui bentuk-bentuk yang berulang, seperti lipatan demi lipatan yang hadir di seluruh booth ini, menciptakan ritme visual yang merepresentasikan proses becoming itu sendiri,” ujar Budi Kurniawan.
Pengalaman ini semakin diperkaya melalui kolaborasi lintas disiplin—memadukan arsitektur oleh Budi Kurniawan, inovasi material oleh Skayu International, arahan fashion oleh Josephine Anni, serta ritual kopi eksklusif yang dihadirkan oleh Instinct Roastery melalui The Host Table, sebuah private omakase coffee encounter yang menjadi emotional climax dari perjalanan ruang ini. Intim, eksklusif, dan deeply curated, pengalaman tersebut mentransformasi hospitality menjadi sebuah ritual—menghadirkan craftsmanship, conversation, dan sensory indulgence dalam satu momen yang berkesan.
“Material bukan hanya elemen fisik dalam sebuah ruang, tetapi medium untuk membentuk pengalaman dan emosi. Melalui RITUAL, kami ingin menunjukkan bahwa ketika material dipahami lebih dalam, ia bisa melampaui fungsi dasarnya dan menjadi bagian dari narasi ruang itu sendiri,”ujar Budi Kurniawan.
Melalui RITUAL, SKAYU menegaskan bahwa material Wood Plastic Composite (WPC) bukan sekadar elemen pendukung konstruksi, melainkan bagian penting dalam membentuk karakter ruang, pengalaman, dan gaya hidup. Sebagai partner bagi para arsitek dan desainer, SKAYU tidak hanya menghadirkan material inovatif, tetapi juga solusi menyeluruh—didukung tim engineering yang membantu mempertimbangkan aspek struktur hingga implementasi, sehingga setiap ide dapat diwujudkan secara optimal di lapangan.
Karena pada akhirnya, ruang—seperti hidup—selalu berada dalam proses becoming.
Booth RITUAL — The Practice of Becoming hadir di ARCH:ID 2026, salah satu ajang pameran desain interior, arsitektur, dan material bangunan terbesar di Indonesia, yang berlangsung pada 23–26 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), sebagai representasi komitmen Skayu International dalam terus mendorong batas eksplorasi material, arsitektur, dan pengalaman ruang yang lebih bermakna.