Sebelum membeli WPC decking, ada satu hal sederhana yang sering terlewat: menghitung kebutuhan material dengan tepat. Mengetahui luas area saja belum cukup. Jumlah decking juga dipengaruhi oleh ukuran papan, pola pemasangan, arah decking, struktur rangka, serta allowance untuk pemotongan. Perhitungan yang tepat sejak awal dapat membantu proyek menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi risiko kekurangan material di tengah proses pemasangan.
Langkah pertama adalah mengetahui luas area yang akan dipasangi decking. Untuk area berbentuk persegi atau persegi panjang, rumusnya sederhana:
Panjang × Lebar = Luas Area
Contohnya, sebuah teras memiliki panjang 5 meter dan lebar 4 meter.
5 × 4 = 20 m²
Artinya, luas area yang akan ditutup adalah 20 m². Namun angka tersebut belum otomatis menjadi jumlah material yang perlu dibeli.
Setelah mengetahui luas area, perhatikan ukuran WPC decking yang digunakan. Lebar papan akan memengaruhi jumlah baris decking yang dibutuhkan. Skayu memiliki pilihan WPC decking dengan lebar 9 cm, yang memberikan proporsi lebih ramping dan ritme visual yang detail ketika diaplikasikan pada area outdoor. Selain lebar, panjang papan juga perlu diperhatikan karena akan menentukan pola pemotongan dan sambungan.
Dalam proyek nyata, material hampir selalu membutuhkan proses pemotongan. Karena itu, sebaiknya jangan membeli material hanya berdasarkan angka luas area secara persis.
Allowance dibutuhkan untuk mengantisipasi:
Besarnya allowance dapat berbeda tergantung kompleksitas desain dan kondisi lapangan.
Decking bukan hanya soal jumlah papan. Sistem di bawahnya juga harus diperhitungkan. Rangka atau joist menjadi struktur pendukung yang menerima dan meneruskan beban dari decking. Karena itu, kebutuhan material pendukung perlu dihitung berdasarkan ukuran area, sistem pemasangan, serta rekomendasi teknis produk. Jika menggunakan pedestal atau sistem struktur lainnya, jumlah titik tumpuan juga perlu direncanakan sejak awal.
Perhitungan yang baik membantu tiga hal:
Pertama, efisiensi material. Kita dapat menghindari pembelian material secara berlebihan.
Kedua, efisiensi biaya. Perkiraan kebutuhan material membuat budgeting proyek menjadi lebih terukur.
Ketiga, efisiensi pemasangan. Pola pemasangan dan kebutuhan potongan dapat direncanakan sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk area sederhana, kebutuhan dasar dapat diperkirakan dari luas permukaan. Namun untuk proyek dengan bentuk tidak beraturan, banyak sudut, level berbeda, atau detail konstruksi tertentu, perhitungan sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi lapangan. Skayu dapat membantu melalui layanan pemasangan, sementara bagi yang ingin mengerjakan instalasi sendiri tersedia guideline pemasangan yang dapat dijadikan acuan. Karena perencanaan decking yang baik bukan hanya menghasilkan jumlah material yang tepat, tetapi juga memastikan seluruh sistem dapat bekerja sebagaimana mestinya.